Rabu, 17 Maret 2010

Panik 'ala' PSSI


Setelah timnas senior gagal tampil di putaran final Piala Asia 2010 serta kegagalan timnas U-23 di ajang SEA games yang kalah dari Laos 0-2, membuat prastasi persepakbolaan Indonesia kian menukuk tajam. Kegagalan demi kegagalan terus menghantui sepakbola tanah air.
Kekecewaan publik tanah air atas buruknya prestasi sepakbola Indonesia mendapat tanggapan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Bersama PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) serta KONI (KOmite Olahraga Nasional Indonesia) dan tentu saja Menpora, presiden rencananya akan mengadakan Kongres Sepakbola Nasional di Malang, Jatim. Forum yang akan dijadikan solusi bagi perbaikan persepakbolaan Indonesia itu diharapkan akan menghasilkan hasil-hasil penting demi kemajuan bersama.
Kongres sendiri di jadwalkan akan berlangsung pada akhir Maret. Tetapi niat presiden mengadakan hajatan tersebut tampaknya di tanggapi sinis oleh jajaran pejabat PSSI. Hal tersebut dilakukan karena kongres tersebut mungkin akan muncul desakan dari PWI untuk “mereformasi” PSSI. Maklum, para pengurus PSSI sepertinya tidak mau kehilangan jabatannya.
Sikap PSSI pun semakin terlihat seperti “Tidak Dewasa” bahkan seperti seorang yang “Pengecut”. Selain menanggapi dengan sinis kongres tersebut, Nurdin Halid dan jajarannya berniat untuk memboikot acara tersebut dengan pernyataan tidak akan menghadiri kongres yang di usulkan oleh Presiden itu.
Entah apa yang ada di pikiran Nurdin saat itu. Tapi yang jelas, dengan pernyataan boikot tersebut telah terlihat bagaimana sikap “Panik ala PSSI” yang tidak ingin bertanggung jawab atas semua kegagalan tim “Merah Putih” dan juga sangat terkesan untuk tidak mau kehilangan jabatannya.
Untuk yang satu ini, Presiden membalas tanggapan PSSI dengan mengatakan bahwa kongres harus tetap berjalan dengan atau tanpa kehadiran pengurus PSSI. PWI dan Menpora pun mendukung pernyataan Presiden tersebut.
Jika menilik lebih dalam, kegagalan itu tentunya tidak lepas dari lemahnya manajemen organisasi PSSI. Lemahnya manajemen terkait dengan pengelolaannya. Sulit untuk tidak mengatakan bahwa berbagai kegagalan serta persoalan yang mendera persepakbolaan nasional ini bukan tanggung jawab pengurus PSSI.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar