Perlu tidaknya pihak PSSI dilibatkan secara aktif dalam kegiatan Konngres Sepak Bola Nasional, yang menurut rencana digelar di Malang, 30-31 Maret mendatang, masih menjadi perdebatan. Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) yang mendapatkan amanat dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menggelar Kongres ini, merasa keberatan jika pihak dari PSSI masuk dan aktif dalam jajaran Panitia Pengarah. Sebaliknya PSSI tetap teguh untuk duduk bersama dalam Panitia Pengarah.
Sebagai pihak yang langsung diberikan mandate oleh Presiden, dan lepas dari apa hasil dari Kongres di Malang nanti, PWI sebenarnya memiliki hak untuk membuat dan mengatur seperti apa jalannya Kongres nanti, termasuk misalnya tidak melibatkan pihak dari PSSI dalam Panitia Pengarah.
Toh, acara Kongres ini memang bukan acaranya PSSI, tetapi acara PWI yang difasilitasi oleh pemerintah, dalam hal ini Kemenpora. Kemenpora sendiri , walaupun ikut terlibat, tetapi sudah membuat garis batas bahwa mereka tidak akan masuk terlalu jauh dalam menentukan keputusan. Bahwa para pemangku kepentingan olahraga, khususnya sepak bola tetap dilibatkan, itu pasti. Namun bagaimana bentuk dan seberapa besar porsi yang diberikan PWI kepada pihak lainyya di Kongres PWI yang berhak mengaturnya. Karena, sekali lagi, ini adalah hajatnya PWI yang diberi mandate oleh Presiden.
Kini, ditengah meruncingnya perdebatan antara PWI dengan PSSI, peran dan ketegasan Menpora sangat diharapkan. Bahkan jika perlu Tanya langsung kepada Presiden, seberapa besar sebenarnya porsi yang dia berikan kepada PWI dalam urusan Kongres ini.
Sebenarnya tanpa harus melibatkan PSSI pun Kongres tetap bisa dilaksanakan. Toh, buat PWI yang paling penting adalah bagaimana mandat dari Presiden harus dijalankan dengan baik, kemudian mendapatkan rumusan harus bagaimana dunia sepakbola Indonesia membenahi dirinya.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar