
Wasit-wasit Eropa mendapat sorotan tajam. Tom Henning Ovrebo, wasit kelahiran Norwegia, kembali menjadi bahan pembicaraan. Hal itu dikarenakan kepemimpinan wasit berkepala plontos tersebut membuat keputusan kontroversial dalam pertandingan Bayern Muenchen melawan Fiorentina di Liga Champions. Sorotan yang sama juga ditujukan kepada Martin Hansson wasit asal Swedia yang memimpin duel Porto melawan Arsenal.
Tentunya kita belum lupa dengan keduanya. Ovrebo musim lalu memimpin pertandingan Chelsea melawan Barcelona di ajang yang sama. Ia dipandang tidak adil dalam bertugas sehingga memunculkan protes keras dari para pemain Chelsea. Sedangkan Hansson adalah wasit yang memimpin duel play-off PENYISIHAN Piala Dunia 2010 antara Rep. Irlandia lawan Prancis, yang terkenal dengan handball Thiery Henry saat menahan bola di depan gawang lawan, namun didiamkan oleh Hansson.
Saat pertandingan di Allianz Arena, Ovrebo memperlihatkan sikap tidak cermatnya. Cukup banyak keputusan controversial, diantaranya pemberian kartu merah untuk pemain Fiorentina Massimo Gobbi lalu disahkannya gol kedua Muenchen yang jelas-jelas offside, serta tidak memberi sanksi kepada Miroslav Klose yang melakukan pelanggaran keras.
Kepemimpinan wasit yang kurang professional tersebut sangat disayangkan banyak pihak. Bahwa wasit tak lepas dari kesalahan itu bisa dimaklumi. Namun ketika kesalahan mendasar dibuat wasit kelas dunia, tentunya menimbulkan banyak pertanyaan. Tidak pantas wasit sekelas Ovrebo yang pernah bertugas di Piala Dunia melakukan kesalahan mendasar yang sangat fatal.
Tak heran jika Badan Sepak Bola Eropa (UEFA) dianggap tidak cermat dalam memilih wasit yang ditugaskan memimpin pertandingan tingkat Eropa. Kredibilitas mereka pun dipertanyakan. Melihat kejadian yang ada, wajar jika orang berpikir pasti ada apa-apanya. Ovrebo dan Hansson memang bukan manusia super yang selalu cermat dalam bertugas. Namun kinerjanya pantas dipertanyakan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar