Lagi-lagi timnas Indonesia mengalami kekalahan pada pertandingan Pra-Piala Asia. Timnas Indonesia menelan pil pahit harus kalah 1-0 dari tuan rumah Australia. Kekalahan ini seolah melengkapi keterpurukan tim Indonesia yang gagal tampil di ajang Piala Asia dan sekaligus menempatkan timnas bertengger di posisi paling buncit pada Grup B dengan nilai 3 poin.
Sebelum pertandingan, para pemain bertekad mengakhiri “petualangan” di pentas Asia dengan baik. Mereka terpicu untuk membuktikan diri bukan generasi gagal seperti yang dilontarkan Ketua Umum PSSI, Nurdin Halid, setelah kalah 1-2 dari Oman di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Senayan, Januari lalu.
Selain itu, Bambang Pamungkas dan kawan-kawan juga berhasrat menjadikan pertandingan ini sebagai kado perpisahan yang manis kepada pelati Benny Dollo yang masa kontraknya habis per 31 Januari 2010.
Tapi sayang, hasrat tersebut telah terkubur usai pertandingan melawan Australia. Bermain sebagai tuan rumah, “The Soccerros” hanya butuh hasil imbang melawan Indonesia agar bisa masuk ke putaran final Piala Asia.
Sebenarnya aksi timnas Indonesia melawan Australia hanya laga formalitas. Maklum, “Tim Merah Putih” sudah tidak punya kepentingan lagi setelah dipastikan gagal ke putaran final untuk pertama kalinya sejak Piala Asia 1996.
Berada di Grup B bersama Australia, Kwait dan Oman, timnas hanya mencetak tiga gol dari lima penampilan, mengoleksi 3 poin dari hasil tiga kali seri yang salah satunya melawan Australia pada pertandingan di Stadion Gelora Utama Bung Karno. Tangguhnya tim lain di Grup B membuat Indonesia dijadikan sebagai “bulan-bulanan” oleh tim lawan.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar